Cerita Misteri : Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi


Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi

Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi
Cerita Misteri : Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi | Babi siluman mawuiud dalam bentuk wanita cantik yang menggairahkan. Lelaki mana pun yang sanggup memenuhi hasrat seksnya, ia akan kaya raya. Tapi bila ia tak sanggup memuaskannya, tunggulah ajalnya.

Orang yang memuja ratu siluman babi ini, akan di ikat dengan suatu perjanjian gaib. Dia wajib melayani si ratu Herbi seks setiap 35 hari sekali. Si pemuja akan jadi korban, bila dia tak sanggup lagi melayani napsu seks si ratu yang haus seks.

Ratu siluman babi ini, merupakan penguasa gaib suatu bukit kecil bernama Si Kambang, yang ada diwilayah Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jateng.

Si Kambang, meski hanyalah perbukitan kecil, namun keberadaannya sangatlah dikeramatkan hingga kini. Legenda setempat menyebutkan, munculnya bukit ini terjadi karena pertempuran antara Hanoman dan Rahwana. Kala itu Hanoman berniat menimbun Rahwana dengan menjebol suatu gunung. Nah, saat gunung ini dibawa terbang, ada sebagian yang berjatuhan. Disorientasi satunya menjadi bukit Si Kambang ini.

Disebut dengan Si Kambang, di karenakan saat serpihan gunung ini jatuh, daerah tersebut merupakan rawa-rawa, sehingga terlihat seperti mengambang di air. Meski luas bukit Si Kambang tak seberapa, namun tak sembarangan orang berani menaiki bukit ini.

Sejak jaman dulu, bukti Si Kambang memang dikenal sebagai tempat untuk mencari pesugihan. Masyarakat menyebutnya dengan sebutan pesugihan Putri Celeng. Disebut demikian, di karenakan yang dipuja para penganut pesugihan ini, seorang ratu siluman babi.

“Dia itu penguasa gaib bukit Si Kambang ini. Dia bersemayam di suatu goa gaib bernama Si Golo-golo” papar Mbah Karyo Wijoyo (70), juru kunci bukit Si Kambang.

Pesugihan dengan memuja ratu siluman babi penguasa bukit Si Kambang ini Bisa terlaksana, di karenakan terjadinya persekutuan gaib antara ratu siluman babi sebagai pemberi Harta, dan manusia sebagai pemujanya. Adanya pesugihan bukit Si Kambang ini, bermula dari kisah perjalanan ratu siluman babi itu sendiri. Kisah ini sendiri terjadi, ratusan tahun silam, tepatnya di jaman kerajaan Majapahit masih berdiri, di jaman Prabu Brawijaya. Entah di Raja Brawijaya yang keberapa, Majapahit kala itu. Ceritanya, menurut penuturan Mbah Karyo, bukit Si Kambang kala itu dalam kekuasaan ratu siluman babi bernama Dewi Penjalin. Suatu hari, Prabu Brawijaya tengah berburu binatang di hutan seorang diri. Dari perjalanan berburunya itu, Prabu Brawijaya hingga di bukit Si Kambang, dan bertemu dengan seorang putri cantik bernama Dewi Penjalin, yang sebenarnya seorang ratu siluman babi.

Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi

“Melihat kecantikan Dewi Penjalin, Prabu Brawijaya menjadi terpikat. Keduanya jatuh cinta, yang dilanjutkan dengan Herbi intim,” cerita Mbah Karyo.

Untuk sementara waktu, Prabu Brawijaya tinggal di bukit Si Kambang. di karenakan sedang dilanda asmara, keduanya selalu menghabiskan waktu sehari-harinya dengan Herbi intim dan memadu Afeksi. Setelah 40 hari lamanya tinggal di bukit Si Kambang, Prabu Brawijaya pamit di Dewi Penjalin untuk melanjutkan perjalanannya. Sebelum pergi, Prabu Brawijaya meninggalkan suatu tombak pusaka sambil berwasiat, bila nanti jabang bayi yang dilahirkan Dewi Penjalin menanyakan siapa orang tuanya, supaya datang ke Majapahit dengan membawa tombak pusaka tersebut.

Hingga akhirnya, jabang bayi yang dikandung Dewi Penjaiin benar-benar lahir, yang ternyata lahir perempuan, dan diberinya nama Dewi Kemuning. setelah beranjak dewasa, Dewi Kemuning menanyakan siapa ayah kandungnya.

Sesuai pesan Prabu Brawijaya, Dewi Penjaiin setelah itu memerintahkan putrinya supaya datang ke Majapahit, dengan membawa bukti tombak pusaka pemberian Prabu Brawijaya. Kedatangan Dewi Kemuning ke Majapahit, untuk mendapatkan pengakuan sebagai anak Brawijaya.

Namun ternyata, kedatangan Dewi Kemuning ke Majapahit malah membuat Prabu Brawijaya murka. Raja Majapahit itu tak mau mengakui kalau Dewi Kemuning itu putri kandungannya, dari hasil hubungannya dengan Dewi Penjalin.

Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi

“Akhirnya Prabu Brawijaya malah mengusir Dewi Kemuning, sambil melemparkan tombak tersebut, hingga mengenai kaki Dewi Kemuning,” terang Mbah Karyo.

Dewi Kemuning pun kembali ke bukit Si Kambang. Perlakuan Raja Majapahit itu telah membuatnya sakit hati. Dia merasa, kalau raja Majapahit itu telah menghianati dan mempermainkan ibunya, Dewi Penjalin. Itu yang membuat Dewi Kemuning menyimpan dendam.

Sejak itu pula, Dewi Kemuning berjanji, akan mempermainkan setiap laki-laki yang datang ke bukit Si Kambang, dengan balutan cinta asmara. Dan di akhirnya, dia akan mengambil nyawa setiap laki-laki yang telah dia kehendaki itu. ltulah, Perkataan Mbah Karyo, awal mula adanya pesugihan bukit Si Kambang ini.

Meski begitu, Dewi Kemuning baru Bisa melampiaskan dendamnya itu ratusan tahun setelah itu, tepatnya di tahun 40an. ltu berawal dari kisah Kyai Mustofa, warga setempat, yang di suatu hari melintasi bukit Si Kambang ini.

saat itulah, tiba-tiba aja di hadapan Kyai Mustofa muncul wanita sangat cantik bernama Dewi Kemuning dalam keadaan terluka parah, di karenakan ada suatu tombak menancap di kakinya. Wanita ini berjanji, untuk siapa yang Bisa menolongnya, bila dia laki- laki, maka akan dijadikan suaminya dan akan diberi harta berlimpah. Tapi kalau dia wanita, akan dijadikan saudaranya.

Sesuai janji, setelah Kyai Mustofa sukses menolongnya, akhirnya dijadikan suami oleh Dewi Kemuning. Keduanya lantas menikah dan tinggal di bukit Si Kambang hingga mempunyai banyak anak. Sesuai janji pula, Kyai Mustofa diberikan banyak harta yang berlimpah.

Bertahun-tahun setelah itu, Kyai Mustofa berniat membawa anak istrinya itu ke rumah, untuk dikenalkan di keluarganya. Tapi apa yang terjadi? Keluarga Kyai Mustofa sangat kaget, wanita yang dianggap istri dan anak-anaknya itu ternyata dari bangsa babi. Akhirnya Kyai Mustofa sadar, kalau selama ini dia telah mengawini putri siluman babi.

Merasa tertipu, Kyai Mustofa marah, lantas berniat membunuh babi-babi itu. Akhirnya, babi-babi itu berlarian Futuristis ke bukit Si Kambang. Namun saat dicari, babi-babi itu menghilang. Dipercaya, babi- babi itu masuk ke dalam goa yang berada di alam gaib bernama goa Si Golo-golo tadi. Dari peristiwa inilah muncul cerita kalau di bukit Si Kambang itu tempat untuk mencari pesugihan.

“ltulah kenapa, siapa aja yang akan mencari pesugihan ini, wajib masuk ke goa Sigolo-golo tadi. Meski berada di alam gaib, asal tahu caranya, pasti Bisa.” jelas Mbah Karyo. Laku ritual untuk Bisa mendapatkan pesugihan Si Kambang ini juga tidaklah terlalu berat. Bahkan, pesugihan yang satu ini jauh berbeda dengan pesugihan di umumnya, yang biasanya wajib menyediakan tumbal nyawa manusia tiap tahunnya.

Syaratnya, ungkap Mbah karyo, si pelaku pesugihan wajib melayani Dewi Kemuning, atau ratu siluman babi penguasa bukit Si Kambang itu Herbi intim layaknya suami istri tiap 35 hari sekali, tepatnya tiap malam bulan purnama.

Meski sebutannya ratu siluman babi, namun siluman ini tak menampakkan dirinya dalam ujud aslinya. Tapi menyaru sebagai perempuan cantik dan seksi, sehingga laki-laki manapun tak akan menolak saat diajaknya Herbi intim.

Setelah Interaksi intim terjadi, si pelaku pesugihan Bisa minta apa aja sesuai keinginannya. Dan ratu siluman babi yang dipujanya akan mengabulkannya. Sekilas, tutorial kerja pesugihan yang satu ini sangat enak, tak wajib menyediakan tumbal nyawa.

Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi

Tapi ternyata, jelas Mbah Karyo, ratu siluman babi ini ternyata wanita yang haus seks. Selama dia merasa puas, dia akan membagikan harta sesuai keinginan pemujanya, Bisa emas, uang atau lainnya. Namun bila ratu siluman babi ini merasa tak puas, ya tanggung sendiri akibatnya.

“Sekali aja dia merasa tak puas, ya nyawa kita taruhannya. Kuncinya ya jangan hingga loyo di ranjang,” jelas Mbah Karyo, ayah 2 anak ini.

Uniknya lagi, pesugihan yang satu ini tak ada batas waktunya. Selama ratu siluman babi merasa terpuaskan. selama itu pula persekutuan akan terus berlangsung. Persekutuan akan berakhir bila si pemujanyanya meninggal Global. Sekilas, memang tak ada tumbal yang wajib diberikan dalam jangka waktu Eksklusif.

Yang dijadikan tumbal nantinya ya penganut pesugihan itu sendiri. Menurut Mbah karyo, setelah mati, kaki dan tangan pelakunya akan berubah menjadi kaki babi. Dan selanjutnya, jasad dan rohnya akan hilang, tak diterima langit dan bumi, yang selanjutnya bergentayangan di alam gaib, menjadi pengikut dari ratu siluman babi yang dipujanya itu.

Mbah Karyo sendiri sudah sering mengantar para pencari pesugihan itu. Namun dirinya juga tak tahu pasti, apakah mereka itu sukses apa tak akan dalam ritual mendapatkan pesugihan ini. Tugas Mbah Karyo sebagai juru kunci, hanyalah membuka pintu, atau mengantarkan mereka.

Selanjutnya ya terserah mereka, tapi segala resiko silahkan tanggung sendiri. Toh begitu, saya selalu menyarankan supaya jangan menempuh jalur sesat ini. kalau kita ada kesulitan, ya mintalah di Yang Maha Pemberi, jangan hingga terjerumus ke jalan sesat ini,” ujar Mbah Karyo wanti-wanti.

Ritual untuk mendapatkan pesugihan di bukit Si Kambang ini hanya Bisa dilakukan di malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon. Cukup membawa kembang menyan, lalu Mbah Karyo akan mengantar pencari pesugihan ke bukit Si Kambang, yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Di puncak bukit ini, Mbah Karyo akan Futuristis dua bongkahan batu besar, di depan suatu pohon bendo berusia tua. Di batu inilah, ritual itu dilaksanakan. Mbah Karyo akan membakar kemenyan, membaca mantera, lalu menyampaikan apa tujuan pengalap berkah. Setelah itu, Mbah Karyo akan meninggalkan pencari pesugihan ini sendiri.

Ritual ini, ibaratnya melamar Putri Celeng untuk dijadikan istrinya. bila lamaran diterima, biasanya pencari pesugihan akan ditemui sesosok wanita yang sangat cantik, dan dia merasa ada di dalam suatu goa. Nah, goa gaib inilah yang disebut dengan goa Sigolo-golo.

Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi

“Dari pertemuan itu, terjadi kesepakatan antara keduanya. Apa-apa yang wajib dilakukan. Yang tahu isi kesepakatan itu ya mereka sendiri,” ungkap Mbah Karyo.

Proses pertemuan itu Bisa diartikan sebagai lamaran di ratu siluman babi. bila lamarannya diterima, maka pencari pesugihan akan diterimanya. Namun bila ditolak, maka si siluman babi tak akan menemuinya. bila diterima, si pelaku pesugihan akan pulang dan disuruh mempersiapkan suatu kamar Eksklusif, yang merupakan kamar pemujaan.

Di kamar inilah, nantinya, setiap malam bulan purnama, ratu siluman babi akan datang meminta jatah Interaksi seks di pemujanya. Dan di malam bulan purnama itu, haruslah disajikan beberapa sesajen, diantaranya teh tawar, kopi Getir, wedang jembawuk, srabi, klepon, juga gulo klithik.

Jadi tutorial kerja pesugihan ini sangat simple. Setiap malam bulan purnama ratu siluman babi akan datang menemui pemujanya, lantas keduanya melampiaskan nafsu birahinya. Setelah mereka Herbi seks, dan ratu siluman babi merasa terpuaskan, dia akan membagikan imbalan berupa harta Harta.

Sudah 10 tahun lamanya, Mbah Karyo menjadi juru kunci bukit Si Kambang. Selama itu pula, Mbah Karyo sudah banyak mengantar para pemburu pesugihan ini. Toh begitu, Mbah Karyo juga sering mengingatkan di para tamunya, supaya jangan menempuh jalur sesat ini.

cerita misteri : Bersekutu Dengan Ratu Siluman Babi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *