Misteri Keranda Mayat


KERANDA MAYAT

keranda mayat
Fandi jadi seorang PNS, dia bertugas mengajar di daerah Cililin, Rumah yang dia tempatin juga sudah di sediakan, jadi mau gak mau wajib tinggal disitu.
Awalnya gak pernah menyangka, bila rumah yang akan dia tempati, disisi area pemakaman Generik, yang lumayan luas.
Tapi setelah kenyataannya seperti itu, dia dan istrinya wajib terima.
     
Pa,rumahnya dekat pemakaman gini ya??,,,,ibu jadi takut., “Ratih memandang suaminya.
Gak apa-apa bu, lagian banyak kan tetangga kita juga masih berdekatan., 
Ratih pun terdiam.
Ya sudah Bu, ayo kita beres-beres…!
akhirnya mereka berdua pun membersihkan tempat barunya.
Mereka sudah setahun menikah, namun belum juga dikaruniai anak, tapi keharmonisan rumah tangganya selalu terjaga.
Saat malam tiba,Desa itu sunyi sepi maklum jauh dari kota jam 9 Malam pun serasa jam 12.
Sepi banget ya Pa,,?,,, Ratih bertanya seraya wajahnya menciut.
Iya Bu, namanya juga di kampung, jangan disamakan sama di kota lah Bu..
O iya Pa, Kapan Bapak mulai ngajar,?,,Ratih bertanya lagi, seakan mengalihkan pembicaraan.
keranda terbang
hari Senin Bu, besok Bapak mau menemui Kepala Sekolah dulu.
Oh gitu?…. 
Selagi mereka ngobrol… tiba-tiba banyak orang yang berdzikir,,,,
Lailahailalloh-lailahailalloh-lailahailalloh.

Apaan tuh Pa,, kayak banyak orang dzikir..?
Iya Bu,,”Fandi menjawab sambil melangkah membuka gordeng kaca.
Sepertinya ada yang meninggal Bu, tuh banyak orang mengantar keranda hijau, Futuristis makam.
Ko malam-malam sih Pa,,??
di karenakan heran,  Ratih pun berdiri dan Empati melihatnya.
Ternyata benar, puluhan orang beriringan mengusung keranda mayat paling depan.
Iya Pa, ada yang meninggal kale Pa…
Setelah yakin ada yang meninggal, Fandi dan Ratih pun menutup kembali gordengnya dan duduk dikursi semula.
Sekarang malam jum’at ya Pa?  
Iya, terus kenapa, ibu takut?
gak, nanya aja Pa.!!
Ya udah kita tidur yu, cape banget nih” Fandi mengajak istrinya tidur.

Besoknya, Fandi dan Ratih menemui Pak RT, untuk ngasih tau sekarang mereka tinggal disitu., terlihat Fandi dan istrinya lagi ngobrol sama Pak RT.
Saya sudah tau, bahwa akan ada Guru baru di Sekolah kita., Pak RT, tersenyum sambil melihat ke arah Fandi dan Istrinya.
Iya Pa, kami kesini sekedar silaturahmi, supaya Bapak tau, yang mana Guru baru itu.
Seraya tersenyum Fandi membalas Dialog.
keranda terbang
O iya, pa… semalam ada yang meninggal ya pa,,,?
Pak RT, mengerutkan kening,,, gak ada kayaknya, memangnya kenapa?
Fandi dan istrinya saling bertatapan, “semalam kami lihat ada yang menguburkan mayat Pa, di Pemakaman itu, kirain warga bapak.?
Gak ada, Pa”!! lagian Data pemakamannya juga ada di saya, dan kalau pun ada yang meninggal, pasti menemui saya dulu, dan juga tanah wakap dipemakaman itu sudah penuh.
Kalau pun ada yang meninggal pasti dimakamkan ditempat lain.
kembali Fandi dan istrinya saling bertatapan seraya kaget, kenapa semalam mereka melihat ada penguburan.
O iya,  Pa maaf saya gak Bisa lama-lama, saya ada janji sama Pak,Kepala Sekolah, kami pamit pulang dulu Pa.
Iya silahkan, kalau ada apa-apa,bilang aja sama saya.
Iya, Pak,,, trimakasih….
Akhirnya Fandi dan istrinya pulang,,
Aneh ya Pa, yang benar tuh kita apa Pak RT ya?,,,, Ratih bertanya sambil berjalan.
Gak tau Bu, Bapa juga heran., Fandi menjawab singkat.
Tak terasa ngobrol sambil jalan akhirnya hingga rumah.
O iya, bu Bapak langsung ke rumah Pak, Kepala Sekolah ya,!! ibu tunggu aja, lagian gak akan lama ko.
Iya pa,,, ga apa-apa,, Ratih menjawab pelan.
Ratih gak masuk rumah, dia malah duduk dikursi teras rumah.,sesekali matanya melihat ke arah pemakaman itu, dimana semalam dia melihat, ada penguburan.,,hatinya masih tak percaya dengan ucapan pak RT.
Selagi dia melamun sendiri, tiba-tiba ada yang menyapa,,
lbu yakin mau tinggal di Rumah ini?
Ratih terperanjat kaget…
Astagfirulloaladzim,,, saya kaget banget Bu…!!!
Maaf bu saya Salma, penduduk disini…
Memang kenapa ibu nanya kayak gitu.?
sebelumnya saya minta maaf bu, bukan saya bermaksud nakut-nakutin ibu, sebenarnya jalan di depan rumah ibu ini, merupakan jalan keranda mayat bu, setiap malam jum’at keranda mayat itu pasti lewat sini, 
Saya tau, pasti semalam ibu menemui apa yang saya ceritakan., sedari tadi saya lihat ibu melamun sambil melihat ke pemakaman itu.
Ratih tercengang mendengarnya., kaget luar biasa.,yang benar bu Salma?
iya bu, sudah Dua orang guru yang tinggal disini semuanya ga lama, mereka menemui kejadian yang sama., mungkin suami ibu guru yang ke tiga yang mengisi rumah ini.
Sebenarnya Bu Salma ini siapa?,,,, saya anak seorang petani disini bu,.dan saya tau semuanya., Dulu ada warga miskin yang meninggal dan masih kerabat dekat saya, mayatnya sudah dibawa kesini, namun Pak RT, melarangnya, alasannya pemakaman sudah penuh, Padahal banyak warga yang tau Pak RT meminta bayaran tinggi setiap penguburan,    
di karenakan dihadang Pak RT dan melarangnya lalu kerandanya dibawa lagi ke rumah, lalu besoknya baru Bisa dikuburkan setelah mendapat tempat lain, dari semenjak itu kejadian aneh terjadi, keranda mayat selalu melewati jalan sini setiap malam jum’at.
Ratih kaget luar biasa mendengar cerita seperti itu.
Saya pamit dulu ya bu Ratih, belum masak
Iya Bu Salma.. silahkan.
Ratih bengong sendiri, seakan tak percaya.
Tak lama setelah itu Fandi datang..
Ko kita masih diluar Bu,?
Pa, aku ga betah ah tinggal disini..!! Ratih gak menjawab malah dia bicara hal lain.
Maksud ibu?
Kampung ini ada yang gak beres Pa,,,!!
iya maksudnya apa?
lalu Ratih menceritakan semua yang dibilang Bu Salma.
Fandi pun mengerutkan kening…”Bapak ga percaya ah,, coba kita nunggu malam jumat depan, bila ada keranda mayat lewat lagi, baru bapak percaya.
Ratih pun tak Bisa menolak kemauan suaminya,.walaupun takut, tapi inilah caranya supaya suaminya percaya.
Setelah seminggu, tiba lah malam jum’at kembali, Fandi dan Ratih terduduk di kursi ruang tamu, menunggu fakta yang akan terjadi.
keranda terbang
Setelah Jam 11, terdengar lagi suara dzikir.
Lailahailallo-lailahailalloh-lailahailalloh
Fandi terkejut, kaget luar biasa.
Tuh kan Pa? Perkataan ibu juga apa?
iya Bu,,, berlahan Fandi dan Ratih membuka gordeng,, betapa kagetnya mereka, dia hanya melihat kerandanya aja yang melayang, tanpa ada yang mengusung atau mengangkat, dan tak terlihat satu orang pun yang mengiringi, namun suara itu terdengar berisik banget bagaikan suara puluhan orang.
Ke esokan harinya, Pandi dan istrinya pun pindah rumah, mereka mengontrak. Dan meninggalkan rumah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *