Kisah misteri 1 kampung dikutuk menjadi batu

Kisah misteri 1 kampung dikutuk menjadi batu

Image result for di bone 1 kampung dikutuk menjadi batu

Konon di awal peradaban manusia di Sulawesi Selatan, khususnya di kawasan Kabupaten Bone ; yang dimulai dengan munculnya Tomanurung, setelah itu berdiri suatu kerajaan yang sangat kaya, dan rakyatnya Hayati serba berkecukupan. Kerajaaan itu bernama Mampu.
Negeri Mampu ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama La Oddang Patara, didampingi permaisuri bernama I La Wallellu, yang bergelar Puang Mallosu-losuE Ri Mampu (Ratu yang telanjang dari Mampu).
Kerajaan Mampu merupakan negara agraris dan maritim yang terdiri dari tujuh distrik, yang masing-masing distrik dikepalai oleh seorang kepala distrik atau dusun. La Oddang Patara, merupakan generasi kedua dari Tomanurungnge ri Matajang. Dia dibantu oleh seorang penasehat kerajaan bernama La Cagala, yang sangat pandai dalam hal mengatur pemerintahan, dan merupakan pemimpin keagamaan di Mampu.
Kehidupan masyarakat Mampu yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan, serta sebagian lagi berprofesi sebagai pengrajin, membuat kerajaan di masa lalu itu menjadi kerajaan yang sangat kaya. Apa aja yang mereka tanam pasti tumbuh dan menghasilkan panen yang melimpah. Sedangkan dari hasil Bahari berupa ikan dan garam seakan-akan datang menghampiri mereka tanpa wajib susah payah mencarinya. Hasil sandang berupa kain tenun mereka Bisa membuat sendiri tanpa tergantung kepada negeri lain. Ternyata karunia yang diberikan oleh Tuhan yang tanpa henti, membuat mereka menjadi lupa diri. Mereka menjadi Arogan dan takabur. Harta yang melimpah membuat mereka menjadi mabuk akan kesenangan, sehingga merajalela di seluruh penjuru negeri berbagai bentuk kesenangan yang akhirnya menjadi kemaksiatan.
di karenakan makmurnya kerajaan itu, sehingga tak ada lagi batasan di antara raja dan rakyatnya. Sudah tak jelas lagi siapa yang melayani dan siapa yang dilayani. Hayati mereka seperti di surga, di karenakan semua yang mereka butuhkan ada di sekitar mereka tanpa wajib susah payah mencarinya. Tak jauh beda dengan rakyatnya, Raja dan Ratu Mampu demikian pula halnya, bahkan Ratu Mampu sepanjang hidupnya tak pernah lagi memakai pakaian. Tubuhnya dibiarkan bertelanjang sembari berbaring di peraduannya menikmati kesenangan.
Tak ada lagi ritual penyembahan kepada Tuhan yang biasa mereka lakukan sebelumnya. Mereka berpendapat, bahwa tak ada campur tangan Tuhan dalam keberhasilan mereka selama ini. Hasil yang mereka dapatkan semata di karenakan buah kerja keras mereka sendiri. di karenakan itulah Tuhan membagikan mereka ujian berupa seekor Anjing yang Bisa bercakap-cakap seperti manusia kepada kerajaan Mampu.
Kutukan. 
 Image result for di bone 1 kampung dikutuk menjadi batu
Raja La Oddang Patara mempunyai seorang putri yang sangat gemar menenun kain sutera untuk dipakai sendiri. di karenakan kegemarannya itu, dia biasa menghabiskan waktunya hingga berbulan-bulan menenun kain di atas rumah. Hingga di suatu waktu, alat tenun sang putri berupa teropong, terjatuh ke tanah, tapi dia begitu malas untuk turun mengambilnya. Sang putri meminta Donasi sambil berteriak meminta tolong, tapi tak ada yang memperdulikan teriakannya. “Tolong !, Siapa yang ingin mengambilkan teropongku (alat tenun yang terbuat dari bambu aur untuk memasukkan benang)” teriak sang putri. Tapi tak seorangpun yang mendengarkan teriakannya, sehingga dia menjadi bosan dan mulai berjanji dalam hati.
“Barang siapa yang menolongku mengambilkan alat teropongku di kolong rumah, maka apabila lelaki akan kujadikan dia sebagai suamiku. Dan apabila dia perempuan akan kujadikan saudaraku” janji sang putri. Ternyata janji sang Putri didengar oleh seekor anjing jantan yang setelah itu pergi mengambil alat tenun tadi.
Betapa terkejutnya sang putri saat melihat seekor anjing jantan telah berdiri di hadapannya sambil menggigit alat tenun tadi. “Bagaimana mesti aku memenuhi janjiku, sementara engkau hanya seekor anjing” ujar sang putri. Tiba-tiba anjing itu Bisa berbicara seperti manusia dan Genjah menagih janji sang putri. “Walaupun aku hanya seekor anjing, tapi janjimu tadi berlaku untuk semua mahluk yang berkelamin laki-laki” tagih anjing itu.
Terkesiap sang putri mendengarnya, dia tak menyangka bahwa anjing itu Bisa berbicara sepertu manusia. “Tapi kita hanya seekor anjing, tak sudi aku menikah dengan seekor anjing seperti kita !” bentak sang putri, marah. di karenakan sang putri berkeras untuk tak akan memenuhi janjinya, maka keluarlah sumpah dari mulut sang anjing. “Wahai sang putri ! di karenakan kita telah ingkar janji dan semua orang di negerimu sering mengabaikan janji serta sering menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain, maka melalui telunjuk kalian, aku kutuk kita semua menjadi batu !” Sumpah sang anjing yang disambut dengan suara gemuruh di atas langit, yang seakan-akan mengabulkan kutukan itu. Seketika itu pula sang anjing lenyap dari Etos sang putri raja. Awalnya, memang tak ada keanehan yang terjadi di diri sang putri, seakan-akan kutukan tadi tak akan berarti apa-apa baginya.
Namun tak lama berselang, iringan pengantin lewat di hadapan sang putri, dan diapun Genjah menoleh memperhatikan iringan pengantin tadi. Betapa terkejutnya sang putri, di karenakan di iringan-iringan tersebut, yang dilihatnya di semua orang yang Empati rombongan, menempel di dahinya sebongkah batu hitam. Beberapa kali dia mengusap kedua bola matanya, seakan tak percaya, akan tetapi batu yang menempel di dahi orang-orang tersebut tetap ada. di karenakan tak sabar, sang putripun Genjah menegur mereka. “Hey…orang-orang, kenapa ada batu yang menempel di dahi kalian” tegur sang putri seraya menunjuk-nunjuk ke arah dahi Disorientasi seorang anggota rombongan.
Terkejutlah sang putri melihat kejadian sesaat setelah dia menunjuk kepada orang itu, di karenakan tiba-tiba sekujur tubuh orang itu menjadi batu. Tersadarlah dia bahwa kutukan sang anjing telah berlaku. Gegerlah iringan pengantin tersebut, merekapun saling tunjuk dan tak terkecuali untuk sang putri. “Tuan putri, di dahi andapun ada batu” tunjuk Disorientasi seorang di antara mereka. Akhirnya sang putripun menjadi batu.
Gemparlah keadaan di negeri Mampu. Seluruh penduduk saling tunjuk di karenakan melihat batu di dahi orang lain. Semua yang tersambar tunjuk akhirnya menjadi batu, sehingga seluruh negeri menjadi batu.
Peristiwa tunjuk-menunjuk di negeri mampu hingga sekarang masih dikenal dengan istilah Jello-jello to Mampu(tunjuk-menunjuk ala orang Mampu) apabila ada dua orang yang berselisih dan saling menunjuk kesalahan masing-masing.
Terbesar Kedua di Global
 Image result for di bone 1 kampung dikutuk menjadi batu
Setelah seluruh negeri menjadi batu, terjadi lagi peristiwa berupa Bala alam selama tujuh hari berturut-turut, yang menenggelamkan negeri mereka ke dalam perut bumi, sehingga terkenal pula istilah Lebbore’ngnge ri Mampu(Yang terkutuk di Mampu). Tapi Tuhan kiranya ingin membagikan pelajaran kepada manusia dengan ditemukannya negeri itu dalam bentuk gua, yang mulut guanya menurut warga sekitar merupakan pintu gerbang negeri Mampu. Gua itu terkenal dengan nama Gua Mampu, yang letaknya di desa Cabbengnge Kecamatan Dua Boccoe, kira-kira 30 km dari kota Watampone.
Menurut pengelola gua Mampu, M.Rijal (34), saat ditemui tim BugisPos belum lama ini, gua Mampu ini termasuk gua yang terbesar kedua setelah gua yang ada di Swis. di karenakan terdiri dari tujuh dusun yang menjadi batu dan baru sekitar tiga dusun yang Bisa ditemukan di dalam gua. Sisanya belum Bisa ditemukan.
“Ada bukti yang menguatkan pak, bahwa di sini pernah ada kampung, di karenakan tahun 2004, mahasiswa UGM Jogyakarta, pernah menjalankan penelitian dan ditemukan piring serta mangkuk yang terbuat dari tanah liat” jelas Rijal seraya menunjukkan bekas galian kepada wartawan BugisPos.
“Kerajaan Mampu merupakan negeri yang kaya dengan adanya kapal Bahari yang jadi batu, serta hamparan sawah yang telah menjadi batu pula” Perkataan Rijal sambil mengantar awak BugisPos  keliling gua. Apabila keempat dusun yang masih tersembunyi akhirnya nanti ditemukan, kemungkinan gua Mampu menjadi gua yang terbesar di Global, Perkataan Rijal.
Aneh dan Menggelikan
 Image result for di bone 1 kampung dikutuk menjadi batu
Ada yang aneh dan cukup menggelikan yang terjadi di gua Mampu, seperti yang dialami oleh Andi Adi (24) juru parkir gua Mampu :
“Ada yang pernah datang uka-uka disini pak, tepatnya di tempat sang putri menenun. Mereka mengaku dari Disorientasi satu perguruan tenaga dalam. saat mereka menjalankan ritual pemanggilan penghuni gua, saya larang ki, pak ! di karenakan disini penghuninya berbahaya. Tapi dia tetap berkeras, maka saya sebagai putra asli disini disuruh menjadi media pemanggilan ruh. Setelah konsentrasi, mereka akhirnya sukses menjalankan ritual tersebut. Tapi setelah saya mulai masuk ke dalam dimensi alam gaib, yang nampak di depanku dua orang tua. Yang satunya berbaju putih dan yang satunya lagi tubuhnya berselimut api yang membara. Mereka nampak marah kepada orang yang menjalankan ritual tersebut. Setelah itu saya tak tahu lagi, di karenakan setelah saya tersadar yang kulihat pemimpin perguruan itu telah pingsan dengan tubuh yang menghitam. Menurut Disorientasi satu anggotanya, setelah saya kesurupan, saya menampar wajah orang itu dengan berkata : “Jangan Anemia ajar kita disini, Saya tak akan suka dipanggil seperti itu”. ujar Adi sembari bergidik bulu kuduknya mengingat peristiwa itu. Akhirnya orang itu Bisa diselamatkan dan dibawa keluar gua dengan Donasi warga setempat, serta para tetua kampung.
Selain peristiwa di atas ada juga peristiwa yang menggelikan yang diceritakan Rijal : “Di Disorientasi satu tempat di dalam gua, ada batu yang diberi nama batu pedoman yang artinya, apabila kedua batu itu bertemu, masyarakat di sekitar sini percaya akan terjadi Bala alam. Maka apabila batu itu sudah mau bertemu, masyarakat disini akan datang memecahkan batu itu, katanya, supaya tak akan terjadi Bala. Padahal tadinya batu ini sudah tak akan muat uang koin apabila dimasukkan dan sekarang, kita lihatmi sendiri sudah sebesar tangan jaraknya” kisah Rijal dengan mencontohkan tangannya dirapatkan ke batu tersebut.
Masyarakat di kabupaten Bone meyakini, bahwa apabila mengunjungi gua Mampu dan setelah itu terpeleset dan jatuh di dalam gua itu, maka jodoh akan Genjah datang. Apalagi bila membawa pasangan dan berniat di depan batu pengantin, maka hajatnya biasanya terkabul.
Adapun pengalaman tim Wartawan BugisPos didapatkan saat menziarahi di puncak gunung Mampu yang di atasnya bersemayam makam Puange Tanre Wara. Sewaktu tim BugisPos mulai mendaki, di kaki bukit tercium bau yang sangat wangi, yang menurut keterangan warga, sebagai Asterik datangnya Puangnge Tanre Wara. Bau wangi itu terus tercium hingga ke punggung bukit dan nanti hilang saat tiba di puncak bukit. Seluruh awak BugisPos  yang mendaki dalam keadaan yang sangat payah saat tiba di puncak, maklum aja masih kecapaian setelah menempuh perjalanan dari Makassar dengan memakai sepeda motor.
Setelah berdoa di depan makam, Tim BugisPos akhirnya beranjak untuk turun bukit. Ajaibnya selama perjalanan turun, tubuh mereka terasa segar seperti sudah meneguk air suplemen. “Heran saya, padahal kalau dalam keadaan biasa terkapar ma ini” ujar Ali, Disorientasi seorang wartawan BugisPos. “Kalo begini biar seribu gunung Bisa ji didaki” timpalnya lagi.
Belum Demisioner rasa takjub, terjadi lagi keanehan di sekitar gua. Tiba-tiba terjadi hujan yang hanya turun mengelilingi sekitar gua, padahal di luar kompleks gua terang benderang. Pujian kepada Tuhan semua keluar dari mulut para awak BugisPos  melihat kejadian ini dan setelah itu muncul fenomena di langit, yaitu muncul awan putih yang menbentuk tulisan Allah yang pancaran sinarnya dari atas bukit Mampu.
Tim BugisPos yang menyaksikan itu, hanya saling berpandangan takjub. Apakah Citra di dalam gua itu memang terjadi di masa lampau, ataukah itu hanya terjadi di karenakan peristiwa geologi semata ? Hanya Tuhan yang maha tahu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *